Sudah Berapa Lama UPS Anda Tidak Dirawat?
Banyak orang baru ingat UPS-nya saat listrik mati dan perangkat tetap ikut mati. Padahal UPS sudah ada di sana bertahun-tahun, menyala 24 jam, tidak pernah disentuh, tidak pernah dicek sampai akhirnya tidak bisa diandalkan di momen yang paling krusial.
UPS bukan perangkat yang bisa dibiarkan begitu saja. Dia punya komponen yang aus, baterai yang punya usia pakai, dan indikator kondisi yang sering diabaikan. Kalau kamu bertanggung jawab atas infrastruktur IT di kantor atau server room sekecil apapun artikel ini relevan untuk kamu.
Berapa Lama Baterai UPS Bertahan?
Ini pertanyaan pertama yang harus dijawab. Baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) yang ada di hampir semua UPS punya usia desain 3–5 tahun dalam kondisi ideal: suhu 20–25°C, charge cycle normal, tidak pernah overdischarge.
Di Indonesia, kondisi idealnya jarang terpenuhi. Server room yang ACnya tidak konsisten, ruangan yang suhunya naik saat malam atau weekend, atau UPS yang sering kerja keras karena PLN di area tersebut sering gangguan semua ini mempersingkat usia baterai. Baterai yang seharusnya bertahan 4 tahun bisa sudah lemah di tahun ke-2 kalau kondisi operasionalnya buruk.
Tanda-tanda UPS Perlu Dicek atau Diservis
Ini yang paling penting dan sering diabaikan:
Bunyi beep yang berulang. Hampir semua UPS punya kode bunyi. Beep panjang berulang saat kondisi normal (bukan saat listrik mati) biasanya adalah sinyal battery low, battery fault, atau overload. Jangan mute dan lupakan cek artinya di manual.
Lampu indikator battery menyala terus. Ini sinyal UPS tidak bisa mengisi baterai secara normal, atau baterai sudah tidak bisa menerima charge. Keduanya sama seriusnya.
Runtime yang makin pendek. Kalau dulu UPS bisa tahan 10 menit saat mati lampu, sekarang hanya 2–3 menit itu tanda kapasitas baterai sudah turun drastis. Baterai yang degradasinya parah bisa hanya tersisa 20–30% dari kapasitas awalnya meski tampak normal dari luar.
Shutdown otomatis saat beban berat. Kalau UPS tiba-tiba mati saat beberapa server menyala bersamaan, kemungkinan besar baterai atau modul inverter sudah tidak sanggup handle beban yang sebenarnya masih dalam spesifikasi.
Panas berlebih dan bau aneh. Baterai VRLA yang sudah rusak bisa mengeluarkan bau asam samar atau panas yang tidak normal. Ini tidak boleh diabaikan karena baterai yang swell (menggelembung) atau bocor bisa berbahaya.
Jadwal Maintenance yang Harus Diikuti
Ini bukan sesuatu yang perlu ditebak. Schneider Electric sendiri punya rekomendasi jadwal maintenance untuk lini UPS APC mereka:
Setiap 6 bulan: cek kondisi visual baterai, cek koneksi terminal, bersihkan filter udara (kalau ada), cek log alarm, lakukan battery test via software atau panel.
Setiap 1–2 tahun: battery discharge test yang lebih mendalam, cek kondisi kapasitor, verifikasi kalibrasi sensor tegangan dan arus.
Setiap 3–5 tahun: evaluasi penggantian baterai, terlepas dari kondisi visualnya karena kapasitas aktual hanya bisa diukur lewat discharge test, bukan pengecekan visual.
Yang Sering Terjadi di Lapangan
UPS dipasang saat setup awal, tidak pernah disentuh lagi selama 5–7 tahun, sampai akhirnya ada insiden. Server mati saat PLN gangguan, storage berpotensi corrupt, dan baru saat itu semua orang ingat bahwa ada UPS yang belum pernah dicek.
Biaya kerusakan data atau downtime server hampir selalu jauh lebih besar dari biaya battery replacement atau kontrak maintenance tahunan. Ini bukan soal kehati-hatian berlebihan ini kalkulasi bisnis yang sederhana.
Tidak tahu kondisi UPS kamu saat ini? Tim JESPRO bisa bantu assessment kondisi UPS cek usia baterai, kapasitas aktual, dan rekomendasi tindakan. Hubungi kami sebelum UPS kamu yang memberi tahu caranya sendiri. upspower.id
- Published in Berita
5 Cara Memaksimalkan Baterai UPS
Pernahkah terbesit di pikiranmu: kira-kira berapa lama baterai UPS milik saya berfungsi dengan baik? Yah semuanya tergantung dari pilihan merk UPS, penggunaan dan perawatan yang Anda lakukan. UPS dari APC by Schneider dipastikan memiliki baterai terbaik. Namun, tidak ada baterai yang dapat berfungsi selamanya. Meskipun demikian ada cara agar masa hidup baterai bisa dimaksimalkan. Salah satunya dengan menggunakan UPS atau uninterruptible power supply Anda dengan kondisi yang direkomendasikan sesuai dengan buku manual yang disediakan oleh UPS – APC by Schneider.
Tips Memaksimalkan Baterai UPS
Baterai adalah sumber daya sebuah UPS dan rentan rusak akibat tegangan yang terus menerus diterimanya. Baterai bisa dikategorikan sebagai kondisi layak pakai jika selama satu jam mampu memberikan daya 100%, dengan lama pengisiannya selama 8 jam (ditentukan oleh manufaktur baterai).
Jika UPS sudah digunakan dalam waktu yang lama, biasanya kinerja baterai akan menurun dan membuatnya cepat habis. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada jangka waktu pemakaian baterai saja, tetapi juga dari kinerja UPS tersebut.
Baterai yang mengalami penurunan kinerja umumnya akan kering dan dapat menghambat kinerja UPS, terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai stabilizer listrik. Untuk itu sebaiknya diperlukan pengecekan berkala, lalu, segeralah ganti baterai apabila dirasa kinerja UPS dan baterai sudah menurun dari sejak awal pemakaian.
Secara umum, pemaksimalan masa pakai baterai UPS Anda tergantung pada 5 hal. Di antaranya:
-
Penempatan UPS
Sebaiknya Anda memasang UPS di lingkungan suhu yang terkontrol dan dalam batas yang ditentukan. Jangan pasang UPS dekat jendela yang terbuka atau di area yang mengandung uap air, debu, atau uap korosif dalam jumlah besar. Juga, jaga agar lubang ventilasi tetap terbuka agar sirkulasi udara lancar.
-
Suhu ruangan
Kenali kapasitas baterai UPS lalu tempatkan dan sesuaikan dengan kondisi yang memaksimalkan masa pakai hingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Pada dasarnya, UPS sebaiknya ditempatkan pada suhu ruangan 25° C. Setiap kenaikan 10° C di atas suhu ruangan akan mengurangi usia baterai hingga 50 persen.
-
Frekuensi penggunaan
Saat instalasi, baterai ada di 100 persen dari kapasitas pengenalnya. Tetapi setiap habis pemakaian (dengan kata lain, setiap kali menggunakan baterai) akan sedikit mengurangi kapasitas relatifnya. Memahami frekuensi penggunaan memungkinkan Anda memperhatikan siklus bersepeda yang tidak normal atau sering sehingga Anda dapat memprediksi umurnya dengan lebih baik. Banyak model UPS yang dapat disesuaikan sehingga Anda dapat mengurangi “gangguan berjalan” yang dapat menghabiskan kapasitas baterai secara tidak perlu.
-
Pemeliharaan
Baterai UPS “bebas pemeliharaan” tidak memerlukan cairan pengganti, tetapi baterai tersebut memang membutuhkan pemeliharaan berkala. Periksa baterai secara visual untuk kebersihan dan singkirkan debu, kotoran, dan lain sebagainya. Baterai yang bocor atau baterai yang menggembung berlebihan harus dibuang dan diganti dengan baru.
-
Penyimpanan Baterai
Untuk menghindari konsekuensi dari kerusakan, banyak pemilik UPS dapat membeli baterai pengganti sebelum dibutuhkan. Pastikan untuk mengisi baterai yang disimpan setiap enam bulan atau mereka akan mengalami kehilangan kapasitas permanen dalam waktu 18 hingga 30 bulan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengelola UPS Anda, apa pun tahapannya dalam UPS LifeCycle, kunjungi https://upspower.id/ atau klik di sini untuk daftar lengkap UPS baru dan opsi produk lainnya dari APC.
Untuk detail lebih lanjut atau jika Anda membutuhkan layanan atau penggantian baterai, hubungi APC Indonesia dan dapatkan UPS terbaik yang sesuai kebutuhan Anda.
- Published in Berita
Manfaat UPS untuk Data Center
Data center adalah tulang punggung sistem jaringan, karena semua pusat data, informasi serta system command berada di sana. Dengan fungsi krusial tersebut, data center menjadi aset perusahaan yang harus dijaga. Salah satu yang harus dijaga adalah aliran listrik yang mencegah data center mengalami kegagalan sistem. Perusahaan wajib memiliki tenaga cadangan seperti UPS dari APC Indonesia agar aliran listrik tetap stabil dan mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan.
Jenis Gangguan Listrik di Data Center
Di dalam TIER standard, ketersediaan sistem harus berada dalam jangkauan 99.9 sampai 99.999% yang berarti tidak boleh ada kegagalan sistem. Sangat riskan jika data center hanya bergantung dari listrik yang disediakan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan tidak memiliki cadangan tenaga. Apabila keadaan darurat terjadi sehingga pasokan listrik tidak terpenuhi dan tidak ada cadangan daya, maka akan terjadi kelumpuhan sistem.
Selain itu, Anda harus memilih UPS yang tepat. Karena meskipun sudah memiliki cadangan daya listrik, jika jenis cadangan tenaga yang dipilih tidak tepat, maka bukan tidak mungkin ada jeda saat proses perpindahan tenaga dari utama ke cadangan.
Lalu, apa saja gangguan yang datang dari daya listrik? Simak jenis gangguan yang bisa mengacaukan data center dari sisi aliran listrik adalah sebagai berikut:
- Electrical Spikes (Lonjakan listrik), biasanya terjadi karena sambaran petir dan dapat sangat mempengaruhi jaringan pasokan listrik yang adaa. Gangguan ini bisa dikategorikan Force Major dan masuk sebagai keadaan darurat. Indonesia pernah mengalaminya baru- baru ini saat terjadi ketika pasokan listrik Jawa terganggu pada bulan Agustus lalu. Terjadi kelumpuhan sistem transportasi dan informasi di sebagian Pulau Jawa dan Jakarta yang paling terkena dampaknya.
- Dips and Surge (Turunan dan lonjakan tegangan), terjadi saat mematikan atau menyalakan ulang server. Lonjakan yang tidak diinginkan dalam daya listrik yang paling sering terjadi adalah hasil dari mematikan beban listrik yang besar, sementara penurunan listrik terjadi karena menyalakan daya listrik.
- Harmonic Frequencies (Frekuensi Harmonik), frekuensi harmonic adalah hal paling umum yang terjadi dalam gangguan listrik. Hal ini disebabkan variasi tegangan dalam arus bolak balik listrik. Ketidakstabilan frekuensi listrik dapat merusak data center, bahkan peralatan elektronik sederhana Anda jika terjadi terus menerus.
Jika kemungkinan gangguan tidak disiasati, kerusakan data, kegagalan sistem bahkan kebakaran dapat terjadi dan merusak citra bisnis Anda. Belum dari sisi finansial karena sistem down da tidak dapat melayani operasional seperti biasa.
Manfaat UPS untuk Data Center
Agar tidak terjadi hal yang diinginkan pada aset perusahaan Anda, dan perpindahan daya bisa berjalan mulus tanpa harus terjadi jeda, sebaiknya perusahaan harus memiliki UPS yang berkualitas agar data center atau server Anda terlindungi. UPS dari APC Indonesia dapat memberi banyak manfaat selain menstabilkan aliran listrik. UPS yang bagus dan berkualitas harus memiliki hal di bawah ini:
- Mampu beradaptasi terhadap tipe beban, secara induktif atau kapasitas
- Kuat dan tahan banting, seperti APC by Schneider Electric
- Dapat diintergrasikan dalam sistem dengan komponen lainnya seperti generator dan genset
- Tampilan yang informatif agar lebih mudah dipantau
Selain itu, UPS sebaiknya ditempatkan dalam satu ruangan yang sama dengan data center Anda untuk memudahkan perawatan, monitoring dan kontrol.
Untuk mendapatkan UPS terbaik, Anda dapat menghubungi APC Indonesia. APC Indonesia adalah distributor resmi APC by Schneider dan melayani pembelian dari seluruh Indonesia. Kami memberi pelayanan all ini mulai dari pemasangan, perawatan dan lain sebagainya. Segera hubungi kami untuk UPS terbaik bagi data center Anda!
- Published in Berita




